Mengenal Lebih Dekat Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur: Kuliah Praktis Berbasis Industri
Selasa, 10 Maret 2026 - 16:55:16 WIBDibaca: 8 kali
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) Fakultas Vokasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya hadir sebagai program pendidikan vokasi yang berfokus pada penguasaan teknologi manufaktur modern serta penerapan langsung di dunia industri. Program studi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan teknis, analitis, dan siap bekerja di sektor industri manufaktur.
Pembelajaran di Prodi TRM menerapkan konsep kuliah praktis berbasis industri, di mana mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik di laboratorium dan workshop manufaktur. Proporsi pembelajaran dirancang sekitar 70% praktik dan 30% teori, sehingga mahasiswa dapat memahami proses manufaktur secara komprehensif.
Mahasiswa TRM mempelajari berbagai kompetensi penting dalam bidang manufaktur, seperti proses pemesinan (machining), desain teknik menggunakan CAD/CAM, teknologi CNC, otomasi industri, serta sistem produksi modern. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk mampu melakukan analisis teknik, perancangan produk, serta pengembangan teknologi tepat guna.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa sering terlibat dalam proyek rekayasa dan pembuatan produk teknik, sehingga mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang dipelajari secara nyata. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas, kemampuan problem solving, serta inovasi teknologi di kalangan mahasiswa.
Prodi TRM juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai mitra industri dan dunia usaha untuk memperkuat relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti kegiatan magang industri, kunjungan industri, serta kolaborasi pengembangan teknologi.
Dengan pendekatan pendidikan yang aplikatif dan berbasis industri, Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur UNTAG Surabaya berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan industri manufaktur nasional.