Prodi TRM UNTAG Surabaya Perkuat Kompetensi Mahasiswa dalam Teknologi CNC dan Otomasi Industri
Selasa, 10 Maret 2026 - 16:29:24 WIBDibaca: 16 kali
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) Fakultas Vokasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang teknologi CNC (Computer Numerical Control) dan otomasi industri sebagai bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri manufaktur modern.
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik langsung di laboratorium manufaktur. Mahasiswa dilatih untuk memahami proses perancangan produk, pemrograman CNC, pengoperasian mesin, hingga analisis proses produksi yang banyak digunakan di dunia industri saat ini.
Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur menyampaikan bahwa perkembangan industri manufaktur saat ini semakin mengarah pada otomatisasi, digitalisasi proses produksi, serta integrasi teknologi berbasis komputer. Oleh karena itu, mahasiswa TRM dibekali keterampilan dalam CAD/CAM, pemrograman CNC, sistem kontrol, serta dasar-dasar otomasi industri.
Selain kegiatan perkuliahan di kelas, mahasiswa juga mengikuti berbagai kegiatan praktikum dan proyek berbasis rekayasa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan problem solving dan kreativitas dalam merancang solusi teknologi. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek tersebut, mahasiswa dapat memahami bagaimana teknologi manufaktur diterapkan secara nyata dalam proses produksi.
Program Studi TRM juga terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra industri untuk memperkuat relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Kerja sama ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan magang industri, studi lapangan, serta kolaborasi pengembangan teknologi.
Dengan penguatan kompetensi di bidang CNC dan otomasi industri, Prodi Teknologi Rekayasa Manufaktur UNTAG Surabaya berharap dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan teknis, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan industri manufaktur nasional. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi engineer vokasi yang mampu merancang dan mengembangkan sistem manufaktur modern.