Peluang Kerja Lulusan TRM di Era Industri 4.0 Semakin Terbuka
Rabu, 11 Februari 2026 - 09:53:39 WIBDibaca: 8 kali
Surabaya – Transformasi industri menuju era Industri 4.0 mendorong perubahan besar dalam sistem produksi manufaktur. Integrasi otomasi, teknologi digital, dan sistem berbasis data menjadi ciri utama perkembangan industri modern. Perubahan ini membuka peluang kerja yang semakin luas bagi lulusan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang dibekali kompetensi sesuai kebutuhan industri masa kini.
Lulusan TRM dipersiapkan untuk memahami proses manufaktur secara menyeluruh, mulai dari perancangan, proses produksi, hingga pengendalian kualitas. Kompetensi di bidang manufaktur presisi, otomasi industri, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi bekal utama untuk berkontribusi di lingkungan kerja berbasis Industri 4.0. Dengan bekal tersebut, lulusan TRM memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi pada berbagai peran teknis di sektor manufaktur.
Perkembangan otomasi dan digital manufacturing mendorong kebutuhan tenaga kerja yang mampu mengoperasikan dan memelihara sistem produksi modern. Lulusan TRM memiliki peluang untuk berkarier pada posisi teknisi manufaktur presisi, staf otomasi industri, quality control, maintenance, hingga asisten engineer pada lini produksi. Posisi-posisi ini membutuhkan kombinasi keterampilan teknis, pemahaman sistem produksi, serta kemampuan beradaptasi terhadap teknologi baru.
Selain itu, transformasi Industri 4.0 juga membuka peluang bagi lulusan TRM untuk terlibat dalam pengembangan dan peningkatan proses produksi. Lulusan dapat berkontribusi dalam kegiatan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), penerapan otomasi sederhana, serta optimalisasi proses kerja berbasis data. Peran ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan efisiensi dan kualitas produk di industri manufaktur.
Kesiapan lulusan TRM dalam menghadapi Industri 4.0 tidak terlepas dari kurikulum yang menekankan pembelajaran terapan, integrasi teknologi, serta pengalaman industri melalui magang dan proyek riil. Mahasiswa terbiasa menghadapi permasalahan teknis nyata, menggunakan peralatan modern, serta bekerja dalam tim dengan standar kerja profesional. Pengalaman ini membentuk kesiapan mental dan teknis untuk beradaptasi dengan dinamika industri modern.
Di tengah perubahan teknologi yang cepat, industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga adaptif dan mau terus belajar. Lulusan TRM diharapkan memiliki kemampuan belajar berkelanjutan (lifelong learning) untuk mengikuti perkembangan teknologi manufaktur. Sikap adaptif ini menjadi kunci agar lulusan tetap relevan dan mampu berkembang dalam karier di era Industri 4.0.
Melalui pembekalan kompetensi terapan yang relevan dengan kebutuhan Industri 4.0, TRM UNTAG Surabaya berkomitmen menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja modern. Peluang kerja yang terbuka luas menjadi refleksi dari relevansi pendekatan pendidikan terapan yang diterapkan, sekaligus menjadi motivasi bagi calon mahasiswa untuk memilih jalur pendidikan yang dekat dengan kebutuhan industri masa depan.