Mahasiswa TRM Terlibat Proyek Riil Industri Sejak Masa Studi

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:53:05 WIB
Dibaca: 8 kali

Surabaya – Keterlibatan mahasiswa dalam proyek riil industri menjadi salah satu pendekatan strategis dalam pendidikan terapan untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan. Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek berbasis kebutuhan nyata industri sejak masih menjalani masa studi. Pendekatan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep rekayasa manufaktur secara teoretis, tetapi juga terbiasa menghadapi persoalan teknis yang muncul di lingkungan kerja sesungguhnya.

Proyek riil industri dirancang sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang terintegrasi dengan mata kuliah dan kegiatan Teaching Factory. Mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari analisis kebutuhan mitra industri, perancangan solusi teknis, pelaksanaan pekerjaan di bengkel atau laboratorium, hingga evaluasi hasil pekerjaan berdasarkan standar mutu yang disepakati. Proses ini menuntut mahasiswa untuk menerapkan kompetensi teknis yang telah dipelajari di kelas dalam konteks permasalahan nyata.

Melalui keterlibatan dalam proyek riil, mahasiswa belajar memahami alur kerja industri secara menyeluruh. Mahasiswa tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas teknis, tetapi juga dilatih untuk memperhatikan aspek perencanaan, pengendalian mutu, serta dokumentasi teknis yang menjadi bagian penting dalam dunia kerja. Pendekatan ini membentuk kebiasaan kerja yang sistematis dan bertanggung jawab, yang sangat dibutuhkan dalam lingkungan manufaktur.

Keterlibatan dalam proyek riil juga memperkuat kemampuan kerja tim mahasiswa. Dalam pelaksanaan proyek, mahasiswa bekerja dalam kelompok dengan pembagian peran yang jelas, berkoordinasi untuk menyelesaikan target pekerjaan, serta berkomunikasi secara profesional dengan dosen pembimbing dan mitra industri. Dinamika kerja tim ini membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi teknis yang penting dalam dunia kerja.

Selain penguatan kompetensi teknis dan soft skills, proyek riil industri juga memberikan pengalaman berharga dalam menghadapi kendala dan keterbatasan di lapangan. Mahasiswa belajar bahwa solusi teknis tidak selalu berjalan sesuai rencana awal, sehingga diperlukan kemampuan adaptasi, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. Pengalaman ini melatih mahasiswa untuk berpikir kritis dan mencari solusi yang realistis sesuai kondisi di lapangan.

Bagi program studi, keterlibatan mahasiswa dalam proyek riil industri memberikan umpan balik penting untuk pengembangan kurikulum. Masukan dari mitra industri mengenai kebutuhan kompetensi dan standar kerja menjadi dasar bagi TRM UNTAG Surabaya untuk terus menyelaraskan materi pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja. Dengan demikian, kurikulum tetap relevan dan responsif terhadap dinamika industri.

Melalui pelibatan mahasiswa dalam proyek riil industri sejak masa studi, TRM UNTAG Surabaya berupaya membangun pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Mahasiswa tidak hanya lulus dengan pemahaman akademik, tetapi juga dengan portofolio pengalaman proyek yang mencerminkan kesiapan mereka untuk berkontribusi di sektor manufaktur modern.