Fokus Manufaktur Presisi dan Otomasi: Kekhasan TRM UNTAG Surabaya Dibanding Teknik Mesin Konvensional
Rabu, 11 Februari 2026 - 09:52:22 WIBDibaca: 25 kali
Surabaya – Setiap program studi memiliki kekhasan keilmuan dan pendekatan pembelajaran yang membedakannya dengan program lain. Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya hadir dengan kekhasan pada pengembangan kompetensi manufaktur presisi, otomasi industri, dan penerapan teknologi digital dalam proses produksi. Kekhasan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri manufaktur modern yang semakin mengandalkan presisi, efisiensi, dan otomasi dalam sistem produksinya.
Berbeda dengan pendekatan teknik mesin konvensional yang cenderung menitikberatkan pada penguatan aspek teoretis dan analisis konseptual, TRM UNTAG Surabaya mengarahkan pembelajaran pada penerapan langsung teknologi manufaktur di lapangan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari prinsip dasar mekanika dan proses manufaktur, tetapi juga dilatih menggunakan peralatan presisi, sistem otomasi, serta perangkat digital yang menjadi bagian dari praktik industri saat ini.
Fokus pada manufaktur presisi diwujudkan melalui pembelajaran proses permesinan, penggunaan mesin CNC, serta pemahaman toleransi dan kualitas produk. Mahasiswa dilatih untuk memahami pentingnya akurasi dimensi, kualitas permukaan, serta konsistensi hasil produksi. Kompetensi ini menjadi sangat relevan di industri yang menuntut standar mutu tinggi, seperti manufaktur komponen mesin, otomotif, dan sektor manufaktur berbasis presisi lainnya.
Sementara itu, penguatan kompetensi otomasi industri diwujudkan melalui pembelajaran sistem kendali, sensor dan aktuator, serta integrasi PLC dalam proses produksi. Mahasiswa diperkenalkan pada konsep otomasi sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan keselamatan kerja. Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami bagaimana teknologi otomasi berperan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas proses manufaktur.
Kekhasan TRM UNTAG Surabaya juga terlihat pada integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran. Mahasiswa dibekali kemampuan menggunakan perangkat lunak rekayasa untuk perancangan dan analisis, serta diperkenalkan pada konsep digital manufacturing sebagai bagian dari transformasi industri. Integrasi ini membentuk pola pikir mahasiswa agar tidak hanya fokus pada aspek mekanis, tetapi juga memahami peran data dan sistem digital dalam proses produksi modern.
Pendekatan terapan yang menjadi ciri TRM UNTAG Surabaya membuat lulusan memiliki profil kompetensi yang lebih aplikatif dan siap kerja. Lulusan diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam proses produksi, pengendalian mutu, serta pengembangan sistem otomasi di industri. Kekhasan ini sekaligus menjadi pembeda utama TRM UNTAG Surabaya dibandingkan program teknik mesin konvensional, khususnya dalam konteks kesiapan kerja di sektor manufaktur modern.
Melalui fokus pada manufaktur presisi dan otomasi, TRM UNTAG Surabaya menegaskan posisinya sebagai program studi sarjana terapan yang dirancang untuk menjawab tantangan industri masa kini. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori rekayasa, tetapi juga terampil menerapkan teknologi manufaktur modern secara langsung di lingkungan kerja.