Belajar Mesin CNC, PLC, dan CAE: Kurikulum TRM Disusun Sesuai Perkembangan Teknologi Industri

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:49:55 WIB
Dibaca: 15 kali

Surabaya – Perkembangan teknologi manufaktur yang semakin mengarah pada otomasi dan digitalisasi menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Menyikapi hal tersebut, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menyusun kurikulum yang terintegrasi dengan perkembangan teknologi industri, khususnya pada penguasaan mesin CNC, sistem kendali berbasis programmable logic controller (PLC), serta analisis rekayasa menggunakan computer aided engineering (CAE).

Penguasaan mesin CNC menjadi salah satu kompetensi inti dalam pembelajaran TRM. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep dasar permesinan, tetapi juga dilatih memahami alur proses manufaktur presisi, mulai dari pembacaan gambar teknik, pemilihan parameter pemotongan, hingga penyusunan program dasar untuk pembuatan komponen. Praktikum CNC dirancang berjenjang, dimulai dari pengenalan mesin dan keselamatan kerja, hingga penerapan pada pembuatan benda kerja sederhana yang merepresentasikan komponen industri.

Di sisi lain, pengenalan dan penguasaan PLC diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi otomasi industri. Mahasiswa mempelajari prinsip kerja sensor dan aktuator, logika kendali dasar, serta integrasi PLC dalam sistem produksi. Pembelajaran PLC tidak hanya bersifat simulatif, tetapi juga diterapkan pada modul praktikum yang merepresentasikan sistem otomasi sederhana, sehingga mahasiswa memahami bagaimana sistem kendali bekerja dalam konteks proses manufaktur nyata.

Sementara itu, penerapan CAE menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi analisis rekayasa. Mahasiswa dilatih menggunakan perangkat lunak CAE untuk melakukan simulasi kekuatan struktur, analisis termal, serta evaluasi desain teknik sebelum proses manufaktur dilakukan. Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara tahap perancangan dan tahap produksi, sekaligus menanamkan pentingnya analisis awal untuk meminimalkan kesalahan desain dan pemborosan material.

Integrasi CNC, PLC, dan CAE dalam satu kerangka kurikulum memungkinkan mahasiswa memahami siklus manufaktur secara menyeluruh, mulai dari perancangan produk, proses produksi, hingga pengendalian sistem. Pembelajaran tidak berdiri sendiri, tetapi dirancang saling terkait melalui proyek terapan yang mendorong mahasiswa untuk menerapkan beberapa kompetensi secara bersamaan dalam menyelesaikan permasalahan teknis.

Kurikulum TRM UNTAG Surabaya disusun dengan mempertimbangkan masukan dari mitra industri serta perkembangan teknologi manufaktur terkini. Dengan demikian, materi yang diajarkan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga sesuai dengan praktik yang digunakan di lapangan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kerja lulusan dan memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

Melalui pembelajaran terintegrasi CNC, PLC, dan CAE, TRM UNTAG Surabaya berkomitmen menyiapkan lulusan yang tidak hanya mampu mengoperasikan peralatan, tetapi juga memahami sistem manufaktur secara komprehensif. Lulusan diharapkan memiliki kemampuan teknis yang aplikatif, pola pikir rekayasa yang sistematis, serta kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi industri di masa depan.