Belajar Manufaktur Terhubung: Penerapan IoT Dasar Jadi Bekal Penting Mahasiswa TRM

Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:42:32 WIB
Dibaca: 3 kali

Perkembangan industri manufaktur saat ini ditandai dengan semakin luasnya penggunaan sistem yang saling terhubung. Konsep Internet of Things (IoT) dalam manufaktur memungkinkan mesin, sensor, dan sistem kontrol saling berkomunikasi untuk memantau proses produksi secara lebih efektif. Meskipun sering dikaitkan dengan teknologi canggih, penerapan IoT di dunia pendidikan teknik justru dimulai dari konsep dan praktik dasar yang relevan dengan kebutuhan industri nyata.

Bagi generasi muda, pembelajaran tentang sistem manufaktur terhubung menjadi menarik karena menunjukkan bagaimana data dari mesin dan proses produksi dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. IoT dalam konteks manufaktur tidak selalu berarti sistem kompleks berskala besar, melainkan dapat dimulai dari monitoring parameter dasar, seperti suhu, kecepatan, waktu operasi, dan kondisi kerja mesin.

Pendekatan ini sangat relevan dengan pendidikan vokasi, di mana mahasiswa perlu memahami hubungan antara mesin, sensor, dan sistem kontrol secara bertahap. Dengan memahami konsep dasar IoT, mahasiswa dapat melihat bagaimana proses produksi dapat dipantau, dianalisis, dan ditingkatkan efisiensinya.

Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) membekali mahasiswa dengan pemahaman sistem manufaktur yang terintegrasi melalui pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa diperkenalkan pada penggunaan sensor, sistem kontrol dasar, serta pengolahan data sederhana untuk mendukung proses manufaktur.

Dalam kegiatan praktikum, mahasiswa TRM mempelajari bagaimana data dari proses produksi dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk pemantauan kondisi kerja. Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami bahwa teknologi manufaktur modern tidak hanya berfokus pada pengoperasian mesin, tetapi juga pada pemahaman data dan kondisi proses secara menyeluruh.

Bagi calon mahasiswa, pembelajaran IoT dasar dalam manufaktur memberikan gambaran bahwa kuliah teknik di TRM tidak terlepas dari perkembangan teknologi industri, namun tetap disesuaikan dengan konteks pendidikan dan fasilitas yang realistis. Mahasiswa dibimbing untuk memahami konsep terlebih dahulu, kemudian menerapkannya dalam skala yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran vokasi.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, pemahaman tentang sistem manufaktur terhubung juga melatih mahasiswa untuk berpikir sistematis dan analitis. Kemampuan ini menjadi penting di dunia industri, di mana pengambilan keputusan sering didasarkan pada kondisi proses dan data operasional.

Melalui pendekatan ini, Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur mempersiapkan mahasiswa agar mampu memahami dan mengikuti perkembangan industri manufaktur modern secara bertahap dan aplikatif. Lulusan diharapkan memiliki dasar yang kuat untuk beradaptasi dengan sistem produksi yang semakin terintegrasi dan berbasis data.

Jika kamu ingin kuliah teknik yang mengenalkan teknologi manufaktur modern secara bertahap—mulai dari sistem kontrol, sensor, hingga pemantauan proses—Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur memberikan pembelajaran yang relevan dan aplikatif untuk dunia industri.