Belajar Langsung di Lab dan Workshop: Hands-On Learning Jadi Gaya Belajar Favorit Generasi Muda

Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:00:51 WIB
Dibaca: 1 kali

Perubahan karakter generasi muda turut memengaruhi cara mereka belajar dan memahami ilmu pengetahuan. Saat ini, mahasiswa tidak lagi puas hanya dengan pembelajaran berbasis ceramah di ruang kelas. Hands-on learning, atau pembelajaran berbasis praktik langsung, menjadi gaya belajar yang semakin diminati karena memberikan pengalaman nyata dan pemahaman yang lebih mendalam.

Generasi muda cenderung ingin melihat, mencoba, dan mengalami sendiri proses yang dipelajari. Dalam bidang teknik dan manufaktur, pendekatan ini menjadi sangat penting karena penguasaan kompetensi tidak dapat dicapai hanya melalui teori, tetapi harus melalui praktik di laboratorium, workshop, dan lingkungan kerja yang menyerupai industri.

Fenomena ini terlihat dari tingginya ketertarikan anak muda terhadap konten praktik teknik, seperti pengoperasian mesin, proses manufaktur, pengelasan, CNC, hingga otomasi industri. Konten semacam ini dianggap lebih relevan karena menunjukkan secara langsung bagaimana keterampilan teknis dibangun dan diterapkan.

Menjawab tren tersebut, Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) menerapkan pendekatan pembelajaran yang menempatkan praktik sebagai bagian utama proses pendidikan. Mahasiswa TRM tidak hanya belajar konsep manufaktur, tetapi juga secara rutin terlibat dalam kegiatan laboratorium, praktikum terstruktur, dan workshop yang mendekati kondisi industri nyata.

Melalui model teaching factory, mahasiswa dilatih untuk memahami alur kerja manufaktur secara menyeluruh, mulai dari persiapan proses, pengoperasian mesin, hingga evaluasi hasil produksi. Pendekatan ini membantu mahasiswa membangun keterampilan teknis sekaligus memahami standar kerja, keselamatan, dan kualitas yang diterapkan di dunia industri.

Bagi calon mahasiswa, hands-on learning memberikan keuntungan besar karena proses belajar menjadi lebih jelas dan terarah. Mahasiswa dapat langsung mengaitkan teori dengan praktik, sehingga pemahaman tidak berhenti pada konsep, tetapi berkembang menjadi keterampilan yang dapat digunakan setelah lulus.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, pembelajaran berbasis praktik juga melatih mahasiswa dalam hal kerja tim, komunikasi, dan pemecahan masalah. Dalam kegiatan laboratorium dan proyek, mahasiswa terbiasa bekerja secara kolaboratif dan menghadapi tantangan teknis yang menuntut solusi nyata, bukan sekadar jawaban teoritis.

Tren hands-on learning menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan industri dan harapan generasi muda. Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur memposisikan diri sebagai ruang belajar aktif, di mana mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi terlibat langsung dalam proses pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual.

Di tengah perkembangan industri yang semakin cepat, pendekatan pembelajaran berbasis praktik menjadi kunci dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan siap kerja. Generasi muda yang ingin kuliah teknik dengan pengalaman nyata dan relevan dengan dunia industri perlu mempertimbangkan program studi yang menempatkan praktik sebagai prioritas utama.

Melalui pembelajaran hands-on yang terstruktur dan berkelanjutan, TRM membuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk membangun kompetensi sejak dini dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan industri manufaktur modern.

Bagi kamu yang ingin kuliah teknik dengan banyak praktik, belajar langsung di laboratorium dan workshop, serta siap menghadapi dunia industri, Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur menawarkan pengalaman belajar hands-on yang relevan dan aplikatif.