Bukan Cuma IT, Karier Manufaktur dan Otomasi Kini Dilirik Generasi Z
Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:58:35 WIBDibaca: 2 kali
Selama beberapa tahun terakhir, bidang teknologi informasi dan industri kreatif digital sering dianggap sebagai pilihan utama generasi muda. Namun, seiring berkembangnya industri dan kebutuhan dunia kerja yang semakin spesifik, mulai terlihat pergeseran minat Generasi Z ke arah karier teknologi non-IT, khususnya di bidang manufaktur modern dan otomasi industri.
Industri manufaktur saat ini tidak lagi identik dengan pekerjaan manual atau lingkungan kerja konvensional. Transformasi menuju industri berbasis teknologi menghadirkan kebutuhan baru akan tenaga profesional yang mampu mengoperasikan sistem otomatis, memahami alur produksi modern, serta mengintegrasikan mesin dengan sistem kontrol dan data digital. Kondisi ini menjadikan manufaktur sebagai sektor yang stabil, prospektif, dan berkelanjutan bagi generasi muda.
Generasi Z dikenal lebih rasional dalam merencanakan masa depan karier. Mereka mulai mempertimbangkan bidang yang memiliki kebutuhan tinggi di industri, peluang kerja luas, serta ruang pengembangan jangka panjang. Karier di bidang manufaktur dan otomasi menawarkan hal tersebut, mulai dari teknisi otomasi, engineer produksi, hingga pengembang sistem manufaktur berbasis teknologi.
Fenomena ini juga didorong oleh meningkatnya eksposur anak muda terhadap dunia manufaktur modern melalui konten digital, kunjungan industri, dan pengalaman praktik di laboratorium teknik. Banyak dari mereka menyadari bahwa industri membutuhkan tenaga terampil yang tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu bekerja langsung dengan mesin, sistem otomasi, dan proses produksi nyata.
Menanggapi tren tersebut, Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) memposisikan diri sebagai program studi yang menyiapkan lulusan untuk memasuki dunia industri modern secara profesional. TRM dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi rekayasa manufaktur, otomasi industri, serta pemahaman sistem produksi yang terintegrasi.
Mahasiswa TRM tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat aktif dalam praktikum, workshop, dan teaching factory. Mereka dilatih memahami proses manufaktur dari hulu ke hilir, mulai dari perencanaan produksi, pengoperasian mesin, hingga pengendalian kualitas. Pendekatan ini membuat mahasiswa terbiasa dengan standar dan budaya kerja industri sejak masa studi.
Bagi calon mahasiswa yang ingin memiliki karier jangka panjang dan relevan dengan perkembangan teknologi, memilih bidang manufaktur dan otomasi menjadi langkah strategis. Pendidikan di bidang Teknologi Rekayasa Manufaktur memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan teknis yang dibutuhkan industri, sekaligus membangun pola pikir problem solving dan kerja tim yang kuat.
Selain peluang kerja yang luas, karier di sektor manufaktur juga membuka ruang bagi lulusan untuk terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Otomasi, digitalisasi, dan smart manufacturing akan terus membutuhkan tenaga profesional yang adaptif dan memiliki dasar rekayasa yang kuat.
Perubahan minat Generasi Z ini menunjukkan bahwa dunia manufaktur kembali menjadi sektor yang menarik ketika dipadukan dengan teknologi dan inovasi. Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur hadir sebagai jalur pendidikan yang relevan bagi generasi muda yang ingin membangun karier teknologi di sektor industri nyata, bukan sekadar tren sesaat.
Bagi kamu yang ingin berkarier di bidang teknologi dengan peluang kerja luas dan jangka panjang, kuliah di Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur menjadi langkah awal untuk memasuki dunia manufaktur dan otomasi industri modern.