Enam Lulusan TRM UNTAG Surabaya Diterima di Perusahaan Ternama di Jepang
Senin, 10 November 2025 - 09:07:34 WIBDibaca: 37 kali
“Dari Bengkel Kampus ke Industri Global, Lulusan TRM Buktikan Kualitasnya”
Surabaya, 10 November 2025 – Kabar membanggakan datang dari Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Enam lulusan terbaik program ini berhasil diterima bekerja di perusahaan manufaktur ternama di Jepang melalui program kerja sama industri dan penyaluran tenaga terampil.
Mereka adalah:
-
Gabriel Darrel Hosman
-
Alfin Syam Ramadhani
-
Christian Wisesa Adhi
-
Jimat Aji Wijayanto
-
Daniel Wahyu Jadmiko
-
Moch. Oktananda Rizaldy
Para lulusan ini diterima di sejumlah perusahaan manufaktur Jepang yang bergerak di bidang komponen otomotif presisi, sistem otomasi, dan permesinan industri, termasuk di antaranya Tsukogoshi Corporation dan beberapa perusahaan mitra lainnya di wilayah Aichi dan Osaka.
“Kami sangat bangga. Ini adalah bukti bahwa pembelajaran vokasi yang berbasis Teaching Factory dan Project-Based Learning benar-benar melahirkan lulusan siap kerja global,” ujar Yusuf Eko Nurcahyo, S.T., M.T., Ketua Program Studi TRM.
Dengan bekal 70% praktik dan 30% teori, mahasiswa TRM dibimbing untuk menguasai kompetensi industri modern seperti pemrograman CNC, desain CAD/CAM/CAE, otomasi berbasis PLC, hingga welding teknologi. Mereka juga mendapatkan pembinaan bahasa dan budaya kerja Jepang sebelum berangkat.
Salah satu lulusan, Christian Wisesa Adhi, mengaku bersyukur atas pengalaman belajar di TRM UNTAG.
“Kami bukan hanya belajar teori, tapi benar-benar membuat proyek seperti di dunia kerja. Pengalaman itu membuat kami lebih siap menghadapi standar industri Jepang yang sangat disiplin dan presisi,” tuturnya.
Pihak universitas berharap, keberhasilan keenam lulusan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa TRM lainnya untuk terus berkarya dan menembus pasar global.
“Lulusan TRM bukan hanya teknolog, tetapi juga duta bangsa — pahlawan teknologi yang membawa semangat merah putih di kancah internasional,” tutup Yusuf.